Fasilitasi Mudik Gratis Warga Perantau, Pemkab Sumenep Sediakan Delapan Bus

Moralika

15 Mar 2026

PEJABAT PUBLIK: Plt. Kepala Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain. (Moralika/Dok. Nur Muhammad)

Sumenep, moralika.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyediakan program mudik gratis bagi warga yang merantau ke luar daerah. Program tersebut melekat di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep.

Pemerintah daerah menyiapkan delapan unit bus untuk melayani kepulangan perantau asal Sumenep. Jadwal penjemputan ke Jakarta dan sekitarnya, dijadwalkan pada Minggu (15/03/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain mengatakan, tiap bus berkapasitas 45 penumpang. Mengenai anggaran yang disiapkan pemerintah daerah untuk delapan unit bus itu, mencapai sebesar Rp260 juta.

“Ini merupakan wujud komitmen Pemkab Sumenep dalam melayani masyarakat,” katanya.

Menurut Dzulkarnain, kepulangan perantau asal Sumenep diberangkatkan pada pukul 05.30 WIB. Titik kumpul penjemputan tersebut bertempat di area parkir tenggara Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

“Rombongan pemudik akan menuju Pendopo Keraton Sumenep,” sebutnya.

Melalui program mudik gratis ini, Pemkab Sumenep tidak hanya menargetkan kemudahan fasilitas transportasi serta keselamatan pemudik. Lebih dari itu, pemerintah juga ingin membantu meringankan ongkos kepulangan warga perantau menuju kampung halaman.

“Program ini memang kami tujukan bagi warga asli Sumenep agar bisa pulang dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Syarat yang harus dipenuhi bagi warga perantau agar bisa menjadi penumpang program mudik gratis ini, yaitu cukup menunjukkan identitas kependudukan asli Sumenep. Identitas itu bisa dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP) atau dokumen lain secara resmi.

“Persyaratan itu wajib,” tegasnya.

Program mudik gratis merupakan agenda rutin Pemkab Sumenep sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat perantau. Hal demikian menjadi salah satu media untuk mempererat hubungan warga di perantauan dengan daerah asalnya.

“Harapannya, program ini bisa meringankan beban biaya perjalanan para perantau,” pungkasnya. (ifh/bus)

Author Image

Author

Moralika

Tinggalkan komentar

iklan affiliate