Surabaya, moralika.com – Petronas Indonesia menggelar pertemuan sekaligus buka bersama dengan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Kegiatan bertajuk “Ramadan dalam Sinergi dan Silaturahmi: Iftar Bersama Pemangku Kepentingan Pemerintah Kabupaten Sampang” itu, berlangsung di Surabaya, Jumat (13/03/2026).
Agenda tersebut bertujuan untuk menguatkan komunikasi dan kolaborasi dengan mitra strategis. Beberapa di antaranya seperti pejabat di lingkungan Pemkab Sampang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, SKK Migas Jabanusa, hingga kontraktor terkait.
VP of Production Operations Petronas Indonesia, Wimbuh Nawa Nugroho mengatakan, bulan Ramadan menjadi waktu tepat untuk menjalin silaturahmi. Melalui semangat kebersamaan, diharapkan mampu menciptakan kolaborasi yang maksimal dalam mendukung keberlanjutan industri energi.
“Sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Bersamaan dengan acara ini, Wimbuh menyampaikan terkait rencana pengembangan Lapangan Hidayah. Menurutnya, proyek Hidayah sedang disiapkan menuju target produksi pertama pada tahun 2027.
“Semogas bisa memberikan kontribusi nyata terhadap pasokan energi di Jawa Timur sekaligus mendukung target produksi energi nasional,” ujarnya.
Wimbuh menegaskan, perusahaannya berkomitmen menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar wilayah operasi. Salah satunya seperti yang telah terealisasi selama Ramadan tahun ini, Petronas mendistribusikan 300 paket bantuan beras 3 kilogram serta 300 kain sarung.
Penyaluran bantuan itu, lanjut dia, sudah menjadi program tahunan yang digelar bersama SKK Migas Jabanusa. Bahkan dalam waktu dekat, Petronas juga akan melaksanakan buka puasa bersama 250 warga Kecamatan Banyuates, Sampang.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat komunikasi serta membuka ruang dialog dengan masyarakat,” jelasnya.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan mengungkapkan, kegiatan silaturahmi menjadi wadah yang baik untuk mempererat kemitraan. Dia mendorong agar hubungan antara pemerintah dengan pelaku industri hulu migas terus dikuatkan.
“Ini sangat penting untuk mendukung keberlangsungan kegiatan energi serta kontribusi bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam memberikan dukungan maksimal. Kata dia, komunikasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan di sektor energi akan terus dijaga.
“Kami berharap, melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya, kegiatan yang berjalan dapat tetap kondusif serta selaras dengan kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (*/bus)







