Sumenep, moralika.com – Aktivis Forum Pemuda Giligenting mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep. Melalui audiensi, mereka menuntut percepatan renovasi jembatan ambruk di Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, Senin (09/02/2026).
Salah satu aktivis, Amrullah mengatakan, jembatan poros utama di Desa Bringsang sudah lama mengalami ambruk total. Tepatnya, yaitu pasca terjadi hujan lebat pada Jumat (05/12/2025).
Jembatan tersebut, merupakan fasilitas utama untuk akses lalu lintas masyarakat Pulau Giligenting. Meskipun begitu, pemerintah terkesan membiarkannya rusak total tanpa perbaikan sama sekali hingga sekarang.
Kondisi jembatan ambrol di Desa Bringsang dianggap berdampak parah terhadap berbagai sektor mobilitas masyarakat. Mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses layanan dasar lainnya.
“Langkah konkret (renovasi, Red) harus ada kejelasan sebelum Ramadan,” ungkapnya.
Kepala DPUTR Sumenep, Eri Susanto, memastikan renovasi Jembatan Desa Bringsang segera dikerjakan tahun ini. Meskipun sebelumnya, kegiatan tersebut tidak tercatat dalam rencana kerja dan anggaran (RKA) murni tahun 2026.
“Kami berkomitmen untuk mempercepat tahapan,” katanya.
Menurur Eri, waktu perencanaan teknis untuk proyek fisik itu akan dipangkas menjadi lebih cepat. Biasanya, tahapan tersebut memerlukan proses selama 30 hari kalender dan akan dipercepat menjadi 10 hari kalender.
“Pengajuan proses lelang ke bagian pengadaan barang dan jasa dijadwalkan pada 12 Februari 2026,” sebutnya.
Selain itu, lanjut Eri, koordinasi dengan kelompok kerja (pokja) pemilihan juga telah dilakukan untuk mempercepat tahapan lelang. Target sementara, pekerjaan fisik renovasi Jembatan Desa Bringsang dijadwalkan mulai tergarap pada minggu ketiga Maret 2026.
“Kami pastikan, pembangunan jembatan segera direalisasikan,” pungkasnya. (ifh/bus)







