Salurkan Menu MBG Berbau Busuk, Kepala SPPG Lebbeng Timur Mengaku Lalai

Moralika

4 Feb 2026

ILUSTRASI: Petugas SPPG sedang menyajikan makanan. (Moralika/Dok. Mediaindonesia.com)

Sumenep, moralika.com – Kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lebbeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep menjadi sorotan publik. Pasalnya, menu makanan bergizi gratis (MBG) yang disalurkan oleh dapur tersebut tidak layak konsumsi.

Kasus itu terungkap melalui beredarnya rekaman video yang dipublikasikan oleh pemilik akun Tiktok @ringkuring1. Suara seorang perempuan menjelaskan dalam video berdurasi 14 detik itu, mengenai menu MBG yang diterima peserta didik berbau busuk.

Berdasar informasi yang dihimpun moralika.com, kasus tersebut terjadi di Raudhatul Atfal (RA) As-Salamah, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep. Waktu peristiwanya, yakni berlangsung pada Senin (02/02/2026).

Kepala Dapur SPPG Lebbeng Timur, Pasongsongan, Moh Nurkholis membenarkan terkait video yang beredar. Dia sama sekali tidak mengelak terkait menu MBG yang disalurkan dari dapurnya berbau busuk.

“Itu bumbunya saja yang memang baunya agak tidak enak. Kalau ayamnya tidak basi,” ungkapnya, Rabu (04/02/2026).

Menurut Kholis, menu MBG itu berbau tidak sedap akibat terjadi kesalahan teknis dalam proses pengolahan. Pasalnya, ayam yang disajikan matang lebih awal dari pada menu sajian lainnya.

“Itu kesalahan teknis, karena bumbunya tidak dipisah dengan ayamnya,” ujarnya.

Kholis berdalih, penyajian menu ayam bakar memang berbeda dari yang lain. Seharusnya, bumbu yang digunakan dipisah dari ayam untuk mencegah potensi cepat berbau busuk.

“Ini karena kelalain kami,” jelasnya.

Meskipun begitu, lanjut Kholis, SPPG Lebbeng Timur telah bertanggung jawab penuh atas kasus yang terjadi. Menurutnya, semua penerima manfaat diberi uang tunai sesuai harga menu MBG per porsi untuk tiap siswa. Langkah itu dilakukan untuk mengganti makanan yang berbau busuk.

“Kalau porsi kecil Rp8 ribu dan porsi besar Rp10 ribu,” sebutnya.

Masalah serupa ternyata tidak hanya terjadi di satu lokasi. Menu MBG yang disalurkan SPPG Lebbeng Timur untuk siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lebbeng Barat 2 juga berbau busuk. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kholis.

“Kami akan mengontrol dan mempelajari lagi agar kejadian yang sama tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sumenep, Khoirus Sholeh mengecam keras terjadinya kasus tersebut. Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil sikap tegas untuk menindak pihak yang bertanggung jawab atas SPPG Lebbeng Timur.

Realisasi program MBG, lanjut aktivis yang akrab disapa Eros, seharusnya tidak sekadar dilakukan secara normatif. Melainkan, harus bisa menyentuh substansi yang telah dicanangkan pemerintah, yaitu dapat memenuhi gizi peserta didik dan menjamin keamanan hingga keselamatan penerimanya.

“Sudah banyak kasus keracunan akibat MBG, maka seharusnya dapat menjadi pelajaran besar bagi tiap SPPG. Kami pastikan, kasus ini akan dikawal secara tegas,” pungkasnya. (*/bus)

Author Image

Author

Moralika

Tinggalkan komentar

iklan affiliate