Moralika.com
Beranda Berita Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Sumenep

Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Sumenep

BENCANA ALAM: Wabup Sumenep, Imam Hasyim (kanan) menyerahkan bantuan kepada korban terdampak angin kencang, Rabu (21/01/2026). (Moralika/Dok. Humas Pemkab Sumenep)

Sumenep, moralika.com – Dua rumah warga di Desa Talang, Kecamatan Saronggi dan Desa Matanair, Kecamatan Rubaru rusak parah akibat diterjang angin kencang. Insiden nahas itu terjadi pada Selasa (20/01/2026).

Salah satu korban di Desa Matanair, Khairul Anam menyampaikan, angin kencang terjadi saat waktu magrib. Ketika itu, semua anggota keluarga berada di dalam rumah. Mengetahui rumahnya akan roboh, maka mereka pun segera keluar untuk menyelamatkan diri.

“Beruntung, tidak ada korban luka,” ungkapnya.

Menurut Khairul, kerugian yang dialami akibat bencana angin kencang ini, yaitu sekadar bangunan yang roboh. Sedangkan untuk perabot rumah tangga berhasil diamankan, sehingga sama sekali tidak ada kerusakan.

“Kerugiannya, cuma bangunan saja,” ujarnya.

Peristiwa ini pun mendapat respons cepat dari pemerintah. Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Imam Hasyim, melakukan kunjungan ke lokasi bencana pada Rabu (21/01/2026).

Kunjungan ini dilakukan ke dua desa sekaligus. Baik terhadap korban di Desa Talang, Kecamatan Saronggi, atau bahkan korban yang ada di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru.

Bersamaan dengan itu, Wabup Imam memberikan paket bantuan darurat untuk korban bencana. Beberapa di antaranya yakni perlengkapan keluarga seperti kasur dan selimut. Kemudian juga diserahkan bantuan makanan dan keuangan sebagai dana stimulan perbaikan rumah yang roboh.

Realisasi bantuan makanan untuk korban bencana angin kencang ini, disalurkan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep. Sedangkan, untuk bantuan dana stimulan perbaikan rumah, diberikan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep.

Wabup Imam menyampaikan, pemerintah memang sudah seharusnya memberikan perhatian dan kepedulian terhadap korban bencana. Oleh sebab itu, dia meminta pemerintah kecamatan hingga desa, agar membantu proses perbaikan rumah korban hingga dipastikan benar-benar selesai.

“Pak Camat dan Pak Kades, saya minta untuk membantu pembangunan rumah ini hingga selesai dengan gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” tandasnya. (*/bus)

Join WhatsApp channel moralika.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya.

Gabung
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan