Moralika.com
Beranda Advertorial Mudahkan Akses dan Layanan Kesehatan, Dinkes P2KB Sumenep Canangkan Sejumlah Program Prioritas 2026

Mudahkan Akses dan Layanan Kesehatan, Dinkes P2KB Sumenep Canangkan Sejumlah Program Prioritas 2026

PEJABAT PUBLIK: Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Ellya Fardasah bertugas di ruang kerjanya. (Moralika/Dok. Ellya Fardasah)

Sumenep, moralika.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep menetapkan sejumlah program prioritas tahun 2026. Program tersebut disusun untuk memperkuat akses dan mutu layanan kesehatan di seluruh wilayah.

Beberapa program itu meliputi, penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB). Program berikutnya, yaitu percepatan penurunan stunting.

Selain itu, Dinkes P2KB Sumenep juga mencanangkan program pencegahan dan pengendalian penyakit. Bahkan, penguatan program jaminan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) juga masuk daftat agenda prioritas.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Ellya Fardasah mengatakan, seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan dasar kesehatan masyarakat. Mengenai realisasinya, lanjut dia, akan dilakukan secara paralel dan terintegrasi.

“Nanti akan disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan layanan di masing-masing wilayah,” ungkapnya, Jumat (30/01/2026).

Sebagai upaya menekan insiden AKI-AKB, Dinkes P2KB Sumenep mengoptimalkan penguatan layanan kesehatan ibu dan anak. Prioritas utamanya, menyasar wilayah terpencil yang masih memiliki keterbatasan akses.

“Seperti pelayanan kepada masyarakat kepulauan,” katanya.

Sedangkan untuk percepatan penurunan stunting, dioptimalkan melalui penguatan intervensi gizi. Sekaligus juga dilakukan pemantauan terhadap balita. Fokus sasaran program ini adalah keluarga di wilayah dengan tingkat risiko stunting tinggi.

“Kami memprioritaskan intervensi yang lebih tepat sasaran pada keluarga berisiko stunting,” ujarnya.

Selanjutnya, berkaitan dengan aspek pencegahan dan pengendalian penyakit, digencarkan melalui penguatan deteksi dini dan promosi kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka penyakit menular dan tidak menular di masyarakat.

“Deteksi dini dan edukasi kesehatan akan terus kami tingkatkan,” jelasnya.

Optimalisasi layanan kesehatan yang dicanangkan oleh Dinkes P2KB Sumenep, juga menyentuh aspek pembiayaan. Penguatan program UHC terus didorong agar masyarakat makin mudah mengakses layanan kesehatan.

“Kami berupaya memastikan skema pembiayaan tetap berjalan agar masyarakat tetap terlindungi,” katanya.

Peningkatan pelayanan di tiap fasilitas kesehata (faskes) terus didorong menjadi lebih maksimal. Bukan sekadar untuk pasien primer, tetapi juga berlaku bagi pasien rujukan.

Fokus prioritas dalam peningkatan layanan faskes itu, mengarah pada aspek penguatan sarana dan sistem layanan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan mutu layanan di wilayah daratan dan kepulauan.

“Penguatan fasilitas dan sistem layanan akan terus kami lakukan secara bertahap,” ujarnya.

Dinkes P2KB Sumenep, juga mencanangkan pemerataan tenaga medis. Hal itu bertujuan untuk mengurangi kesenjangan layanan antarwilayah, baik darat dan kepulauan.

“Kami mendorong pemerataan tenaga agar pelayanan lebih seimbang di setiap wilayah,” tambahnya.

Tiap faskes pelat merah yang ada di Sumenep, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga labkesda, telah tetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sistem itu pun terus diotimalkan agar dapat meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas pelayanan.

“Penguatan tata kelola BLUD diarahkan untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan,” katanya.

Menurut Ellya, pemenuhan dokter spesialis di tiap faskes, terutama wilayah kepulauan, juga menjadi prioritas. Kehadiran dokter spesialis diharapkan mampu menguatkan layanan rujukan di wilayah kepulauan.

“Program ini ditujukan untuk memperkuat layanan rujukan di wilayah kepulauan,” pungkasnya. (ifh/bus)

Join WhatsApp channel moralika.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya.

Gabung
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan