Libatkan Kelompok Masyarakat Rentan, SKK Migas-KEI Inisiasi Pelatihan Daur Ulang Sampah Jadi Produk Ekonomis

Moralika

18 Aug 2026

KREATIF: Kelompok masyarakat rentan Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken praktik mendaur ulang sampah jadi produk bernilai ekonomis melalui pelatihan yang diinisiasi SKK Migas-KEI, Sabtu (15/8). (Moralika/Dok. KEI)

Sumenep, moralika.com – Pengolahan sampah di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, mulai diarahkan menjadi peluang usaha bagi kelompok masyarakat rentan. Karang Taruna Laskar Obor bersama SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) membekali warga dengan keterampilan daur ulang sampah non-B3.

Pelatihan tersebut menyasar perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan dari sejumlah dusun. Kegiatan berlangsung di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken pada Sabtu (15/8).

Ketua Karang Taruna Laskar Obor, Imran, mengatakan target pelatihan tersebut bukan sekadar untuk mengurangi jumlah sampah. Tetapi juga diarahkan agar limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Jika diolah dengan baik, sampah bisa menjadi produk bernilai ekonomis,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta bisa secara langsung praktik membuat berbagai produk berbahan dasar material daur ulang. Tidak selesai di situ, Karang Taruna Laskar Obor berencana terus melakukan pendampingan pasca pelatihan.

“Kami akan pemantauan produk sekaligus membantu peserta membuka peluang pemasaran,” ucap Imran.

Keberlanjutan program, lanjut dia, membutuhkan dukungan peralatan produksi yang memadai. Misalnya mesin jahit sebagai alat untuk membuat tas berbahan material daur ulang.

“Kami berharap Pemerintah Desa maupun KEI dapat membantu peralatan yang dibutuhkan,” katanya.

Peserta pelatihan juga dibekali dengan edukasi pengelolaan serta pemanfaatan sampah plastik rumah tangga. Langkah itu diharapkan bisa mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah dan mengolah sampah secara berkelanjutan.

Kata Imran, pengelolaan sampah dari tingkat keluarga menjadi langkah penting untuk mengurangi persoalan lingkungan. Kebiasaan tersebut sekaligus dapat membuka ruang bagi masyarakat menghasilkan produk bernilai guna.

“Mari jaga lingkungan dan manfaatkan sampah di sekitar menjadi produk daur ulang bernilai ekonomis,” ajaknya.

Sekretaris Desa Pagerungan Besar, Mursalin, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang melibatkan kelompok masyarakat rentan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi aspek lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi warga.

Kolaborasi berbagai pihak dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat. Mursalin berharap Karang Taruna, pemerintah desa, dan SKK Migas-KEI terus memperkuat kerja sama.

“Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun keterkaitan antara lingkungan, pemberdayaan sosial, dan penguatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Keterampilan pengolahan sampah dinilai dapat menjadi modal kelompok rentan membangun aktivitas ekonomi secara mandiri. Mursalin menegaskan keberhasilan program tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan pelatihan.

“Aktivitas produksi ini, diharapkan terus berlanjut hingga akses pemasaran dan menjadi bekal kemandirian ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*/bus)

Author Image

Author

Moralika

Leave a Comment