Sumenep, moralika.com – Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengajak umat Islam untuk bersama-sama meneladani akhlak Rasulullah. Pesan tersebut ditegaskan sebagai bagian refleksi memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad, Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Menurut Arif, Rabiul Awal memiliki makna penting terutama bagi umat Islam. Momentum tersebut sepatutnya tidak hanya diisi dengan perayaan, tetapi juga pengamalan nilai-nilai yang diajarkan Nabi.
“Mari jadikan momentum bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW untuk semakin meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah,” ujarnya.
Dia menilai keteladanan Rasulullah tetap relevan untuk diamalkan menghadapi berbagai tantangan kehidupan masyarakat modern. Sikap jujur, amanah, bertanggung jawab, serta gemar menebarkan kebaikan perlu terus diterapkan.
“Nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kepedulian harus menjadi bagian dari perilaku kita,” katanya.
Arif menyebut masyarakat Sumenep memiliki kehidupan keagamaan dan budaya yang kuat. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Nilai-nilai keislaman yang diwariskan para ulama dan tokoh masyarakat harus terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumenep,” tuturnya.
Dia juga mengajak masyarakat mengisi Rabiul Awal dengan berbagai kegiatan positif. Memperbanyak selawat, meningkatkan ibadah, serta memperbanyak amal kebaikan dinilai menjadi bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah.
“Mari wujudkan kecintaan kepada Rasulullah melalui perilaku baik dan peduli terhadap sesama,” pesannya.
Menurut dia, nilai persaudaraan penting diperkuat di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis. Semangat tersebut dapat menjadi fondasi untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kabupaten Sumenep.
Arif berharap Rabiul Awal 1448 Hijriah membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Momentum tersebut diharapkan mampu mendorong setiap individu menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus memperkuat persaudaraan.
“Semoga Rabiul Awal 1448 Hijriah membawa kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan menjadi momentum untuk makin memperbaiki diri,” pungkasnya. (*/bus)








