Semarak Festival Pesisir Mandangin Pentaskan Legenda Bangsacara-Ragapatmi

Moralika

17 Aug 2026

MEGAH: Manager Regional Office and Relation HCML, Hamim Tohari, menyampaikan sambutan di panggung Festival Pesisir 5 Pulau Mandangin, Sampang, pada Sabtu malam (15/8). (Moralika/Dok. HCML)

Sampang, moralika.com – Festival Pesisir 5 di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang berlangsung semarak. Malam puncak event meriah yang diinisiasi HCML-SKK Migas itu digelar pada Sabtu malam (15/8).

Sebanyak 400 nelayan dan perempuan pesisir Pulau Mandangin terlibat langsung dalam pertunjukan pentas. Legenda Bangsacara-Ragapatmi ditampilkan secara epik melalui pertunjukan drama musikal kolosal.

Pertunjukan tersebut menjadi istimewa karena seluruh pemain merupakan masyarakat Pulau Mandangin. Mereka berperan sebagai penari, pemeran drama, hingga aktor yang membawakan kisah legenda daerah.

Panggung berukuran 20 meter x 4 meter menjadi arena warga menampilkan sejarah dan budaya Pulau Mandangin. Persiapan pertunjukan dilakukan selama sekitar tiga bulan dengan latihan intensif.

Bupati Sampang, Slamet Junaidi, mengaku terkesan menyaksikan kemampuan warga mengendalikan pertunjukan dengan jumlah pemain mencapai 400 orang. Menurutnya, pementasan tersebut berhasil mengangkat sejarah Pulau Mandangin melalui kekuatan masyarakat lokal.

“Saya tidak tahu seperti apa konsepnya. Tahu-tahu barusan melihat, luar biasa,” katanya.

Menurut Slamet, mengatur ratusan orang dalam satu pertunjukan bukan pekerjaan mudah. Warga Mandangin justru mampu menyatukan gerak dan peran untuk menghidupkan cerita daerah.

“Mengatur 400 orang ini pasti susah, tapi pertunjukan sejarah Pulau Mandangin ini berhasil disajikan dengan sempurna,” ujarnya.

Para pemain berlatih di sela aktivitas sehari-hari sebagai nelayan dan perempuan pesisir. Sebagian bahkan menjalani latihan setelah pulang melaut untuk memantapkan gerakan, dialog, dan pendalaman karakter.

Manager Regional Office and Relation HCML, Hamim Tohari, mengatakan Festival Pesisir 5 merupakan kelanjutan program tahunan bersama pemerintah daerah. Kali ini kegiatan tersebut mengusung tema Mandangin Bergema.

“Kita ingin event seperti ini terus berlanjut,” katanya.

Hamim menyebut masyarakat sengaja diposisikan sebagai pelaku utama dalam festival. Tujuannya supaya hikayat yang berkembang di Pulau Mandangin dapat benar-benar disajikan secara menjiwai melalui seni pertunjukan.

Festival Pesisir merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) SKK Migas-HCML. Program tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, seni budaya, serta penguatan kelembagaan.

Festival Pesisir pertama digelar di Pulau Mandangin pada tahun 2023 dengan tema Bersih Pantaiku, Indah Lautku. Sedangkan festival kedua, dilaksanakan di Pulau Gili Iyang, Sumenep.

Festival Pesisir 3 dilaksanakan di Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep. Kemudian Festival Pesisir 4 berlangsung di Pulau Giligenting, Sumenep.

Tahun ini, Festival Pesisir 5 kembali dilaksanakan di Pulau Mandangin, Sampang dengan pertunjukan yang meriah. Sejumlah program pemberdayaan masyarakat turut dilakukan sebagai bagian dari rentetan event.

“Sebanyak 25 siswa berprestasi dan 25 siswa kurang mampu menerima bantuan melalui program Langkah Baik HCML,” sebutnya.

Bantuan tersebut menyasar siswa dari sembilan SD, tiga MI, tiga MTs, dan satu SMP di Pulau Mandangin. Program HCML untuk Masa Depan juga diberikan kepada 50 balita di wilayah tersebut.

Selain itu, sebanyak 100 anak mengikuti khitanan massal. Warga juga memperoleh pelayanan administrasi kependudukan berupa pembuatan KTP dan kartu keluarga.

Bazar UMKM turut meramaikan festival dengan melibatkan 15 pelaku usaha binaan HCML dan pedagang kecil setempat. Rangkaian program tersebut memperkuat festival sebagai ruang promosi budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pulau Mandangin memiliki luas sekitar 165 hektare yang terbagi dalam Dusun Barat, Kramat, dan Candin. Melalui Mandangin Bergema, sejarah dan budaya lokal tampil melalui pertunjukan yang dipentaskan langsung oleh masyarakat. (*/bus)

Author Image

Author

Moralika

Leave a Comment