Moralika.com
Beranda Berita Tak Lolos Beasiswa KIP, Ratusan Mahasiswa UPI Sumenep Ancam Mogok Kuliah

Tak Lolos Beasiswa KIP, Ratusan Mahasiswa UPI Sumenep Ancam Mogok Kuliah

SAMPAIKAN PROTES: Mahasiswa UPI Sumenep angkatan tahun 2025 unjuk rasa di depan kampusnya, Selasa (27/01/2026). (Moralika/Dok. LPM Retorika)

Sumenep, moralika.com – Mahasiswa Universitas PGRI (UPI) Sumenep angkatan tahun 2025 menggelar aksi demonstrasi di depan kampusnya. Mereka mempersoalkan transparansi penyaluran beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Kolap Aksi, Fahrul Kurniawan mengatakan, pendaftar program beasiswa KIP Kuliah tahun 2025 di UPI Sumenep mencapai 560 mahasiswa. Namun yang dinyatakan lolos sebagai penerima sangat sedikit, yaitu hanya 50 orang.

Mengenai itu, mahasiswa meminta transparansi terkait mekanisme dan indikator penentuan penerima beasiswa KIP Kuliah. Sebab, mayoritas pendaftar jalur beasiswa ini merupakan mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau kurang mampu.

Kondisi tersebut, dianggap sudah memenuhi indikator penerima beasiswa sesuai ketentuan pemerintah pusat. Lebih jelasnya, seperti diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), Nomor 10, Tahun 2020.

“Penerima KIP Kuliah harus berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Fahrul, berdasar hasil survei Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Retorika UPI Sumenep, terdapat 175 mahasiswa angkata tahun 2025 yang terancam putus kuliah. Penyebabnya, yaitu tidak mampu membayar biaya pendidikan. Atas persoalan ini, pimpinan kampus dituntut untuk memberikan kebijakan yang berpihak pada nasib pendidikan mahasiswa.

“Data ini menunjukkan bahwa masalah yang terjadi bukan bersifat individual, melainkan krisis struktural yang menuntut respons serius dari pihak kampus,” tegasnya.

Mahasiswa meminta Pimpinan Kampus Taneyan Lanjang itu agar tidak menutup mata. Semua aspirasi yang disampaikan harus menjadi perhatian serius.

“Kami berharap pihak kampus sadar dan segera menghadirkan kebijakan yang jelas serta berpihak kepada mahasiswa angkatan 2025,” katanya.

Melalui orasinya, Fahrul mengancam untuk terus melakukan aksi demonstrasi secara masif ke depan. Terutama, jika Rektorat UPI Sumenep tidak kunjung merumuskan kebijakan terbaik. Salah satunya seperti keringanan atau penghapusan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa kurang mampu.

“Kami akan mogok kuliah dan berhenti secara berjamaah,” ujarnya.

Saat aksi demonstrasi berlangsung, mahasiswa mendesak agar ditemui langsung oleh Rektor UPI Sumenep. Bahkan secara tegas, mereka menolak untuk berdiskusi dengan pihak lain yang berupaya menemui.

Rektor UPI Sumenep, Asmoni, tidak merespons saat berupaya dikonfirmasi moralika.com melalui sambungan teleponnya. Begitu pun dengan jajaran wakil rektor di bawahnya, sama sekali enggan memberikan tanggapan. (ifh/bus)

Join WhatsApp channel moralika.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya.

Gabung
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan