Moralika.com – Harga emas di pasar domestik Indonesia menunjukkan kenaikan signifikan pada Senin, 25 Mei 2026, memberikan sinyal positif bagi para investor dan masyarakat umum.
Kenaikan ini terjadi di tengah pergerakan harga emas global yang juga menguat, dipengaruhi oleh berbagai sentimen ekonomi makro.
Harga Emas Antam Menguat Tajam
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat kenaikan harga emas batangan sebesar Rp 30.000 per gram pada 25 Mei 2026.
Harga emas Antam satu gram kini dipatok di level Rp 2.803.000, berdasarkan data terbaru dari Logam Mulia.
Sementara itu, harga buyback atau harga beli kembali juga mengalami kenaikan sebesar Rp 35.000, mencapai Rp 2.612.000 per gram.
Di Pegadaian, harga emas Antam juga meroket tajam sebesar Rp 31.000, menjadikan harga satu gram Antam di Pegadaian mencapai Rp 2.902.000 pada pukul 12.00 WIB.
Rincian harga emas Antam di Pegadaian per 25 Mei 2026 meliputi 0,5 gram seharga Rp 1.503.000 dan 2 gram seharga Rp 5.741.000.
Harga Emas UBS dan Galeri 24 Ikut Melonjak
Produk emas UBS di Pegadaian turut mencatatkan kenaikan, dengan harga satu gram mencapai Rp 2.855.000.
Sebelumnya, harga emas UBS sempat terpantau stagnan di level Rp 2.815.000 per gram di awal perdagangan.
Harga untuk 0,5 gram UBS di Pegadaian kini berada di Rp 1.543.000, dan 2 gram seharga Rp 5.667.000.
Adapun emas Galeri 24 di Pegadaian juga menunjukkan pergerakan positif, dengan harga satu gram mencapai Rp 2.767.000.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Kenaikan harga emas di pasar domestik sejalan dengan penguatan harga emas global yang naik menjadi 4.556,89 USD per troy ounce pada 25 Mei 2026, atau meningkat 0,89% dari hari sebelumnya.
Emas dunia juga diprediksi akan diperdagangkan pada 4557,56 USD per troy ounce pada akhir kuartal ini.
Salah satu faktor pendorong adalah optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan Amerika Serikat-Iran yang dapat meredakan kekhawatiran inflasi dan kenaikan suku bunga.
Selain itu, nilai tukar USD/IDR juga menjadi variabel krusial, di mana pelemahan Rupiah secara otomatis dapat mendorong lonjakan harga emas di Indonesia meskipun harga emas dunia stagnan.
Fenomena ini dianggap anomali karena harga emas terus naik meskipun suku bunga bank sentral di negara maju, terutama Amerika Serikat, masih tergolong tinggi.
Secara historis, harga emas dan suku bunga memiliki hubungan berlawanan, di mana suku bunga tinggi biasanya menekan harga emas.
Para investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga emas dan faktor-faktor global yang memengaruhinya.








