Sumenep, moralika.com – Upaya melindungi pelajar dari bullying, narkoba, dan kenakalan remaja menjadi perhatian bersama. PC IPNU IPPNU Sumenep menggandeng Polres Sumenep untuk memperkuat langkah pencegahan.
Komitmen itu mengemuka dalam silaturahim di Markas Polres Sumenep, Rabu (24/6). Pertemuan dihadiri jajaran pengurus IPNU IPPNU dan Kapolres Sumenep.
Berbagai persoalan yang mengancam pelajar menjadi pembahasan utama dalam pertemuan tersebut. Mulai dari perundungan, pencabulan, hingga penyalahgunaan narkotika.
Kedua pihak menilai persoalan itu tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, organisasi pelajar, dan aparat hukum.
Ketua PC IPNU Sumenep Ainul Yakin mengatakan, IPNU IPPNU memiliki tanggung jawab moral terhadap pelajar. Organisasi pelajar NU harus hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial.
Menurutnya, pelajar merupakan aset penting bagi masa depan bangsa. Karena itu, pembinaan karakter dan penguatan moral harus terus dilakukan.
“IPNU IPPNU tidak hanya fokus pada pengembangan organisasi dan kaderisasi,” ujarnya.
Ia menegaskan pihaknya siap bersinergi dengan kepolisian dalam berbagai program edukasi. Pendampingan dan langkah preventif juga menjadi fokus kerja sama.
Sementara itu, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, perlindungan generasi muda membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Kapolres menilai organisasi pelajar memiliki peran strategis di lingkungan sekolah. Kehadiran IPNU IPPNU dinilai efektif dalam membangun kesadaran hukum pelajar.
“Kami berharap IPNU IPPNU menjadi garda terdepan dalam melakukan gerakan edukatif di kalangan generasi muda,” katanya.
Kedua pihak tersebut menyepakati kemitraan untuk terus berkelanjutan. Bahkan kolaborasi dicanangkan tidak sekadar berfokus di tingkat kabupaten.
Program kerja sama juga akan diperluas hingga tingkat kecamatan. PAC IPNU IPPNU akan bersinergi dengan Polsek di wilayah masing-masing.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap pelajar. Pendampingan juga dapat dilakukan lebih masif dan terstruktur.
Melalui kemitraan itu, berbagai program edukatif akan terus dikembangkan. Tujuannya membentengi pelajar dari pengaruh negatif dan perilaku menyimpang.
“Melalui kolaborasi ini, diharapkan bisa tercipta lingkungan pendidikan yang aman,” pungkasnya. (*/bus)








