Menembus Batas Laut, Perjalanan Bagus R Meraih Pendidikan Tinggi

Moralika

8 Jun 2026

GENERASI TERDIDIK: SKK Migas-KEI menyalurkan program Beasiswa Pelita kepada mahasiswa asal Pulau Sapeken dan Raas, Kabupaten Sumenep, Ahad (31/5/26). (Moralika/Dok. KEI)

Sumenep, moralika.com – Keterbatasan ekonomi dan jarak tidak menghalangi Bagus R untuk mengejar pendidikan tinggi. Pemuda asal Pulau Saredeng, Desa Saseel, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, itu kini tercatat sebagai mahasiswa semester VI Program Studi Teknik Informatika Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura.

Bagus berasal dari keluarga nelayan di wilayah kepulauan yang memiliki akses pendidikan dan fasilitas terbatas. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Kesempatan itu datang ketika ia dinyatakan sebagai penerima Beasiswa Pelita yang diselenggarakan SKK Migas bersama Kangean Energy Indonesia (KEI). Program tersebut ditujukan untuk mendukung mahasiswa dari wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep.

Bagus mengaku beasiswa tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan pendidikannya. Selain membantu biaya kuliah, bantuan itu juga memberinya keyakinan untuk terus melangkah meraih cita-cita.

“Beasiswa ini bukan hanya bantuan pendidikan, tetapi juga harapan bagi masa depan saya. Saya ingin membuktikan bahwa anak nelayan dari pulau kecil juga mampu bersaing dan meraih mimpi yang besar,” kata Bagus, Ahad (31/5/26).

Sebelum memperoleh beasiswa, Bagus harus melalui proses seleksi yang cukup ketat. Salah satu tahapan yang dijalaninya adalah menyusun esai mengenai gagasan dan harapannya untuk masa depan. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pandangannya tentang pentingnya pendidikan bagi generasi muda di wilayah kepulauan.

Menurut Bagus, dukungan dari SKK Migas dan KEI menjadi motivasi tambahan untuk terus meningkatkan prestasi akademik. Di luar aktivitas perkuliahan, ia juga aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa guna memperluas wawasan dan jaringan.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal untuk berkontribusi bagi kampung halamannya di Pulau Saredeng dan Kepulauan Sapeken secara umum.

“Tanpa bantuan ini, perjalanan saya mungkin tidak akan sampai sejauh sekarang. Karena itu saya berkomitmen untuk terus belajar dan suatu saat bisa memberikan manfaat bagi daerah asal,” ujarnya. (*/bus)

Author Image

Author

Moralika

Leave a Comment