Moralika.com
Beranda Advertorial Satu Abad Menjadi Pilar Bangsa, Disdik Sumenep Tegaskan Peran Strategis NU

Satu Abad Menjadi Pilar Bangsa, Disdik Sumenep Tegaskan Peran Strategis NU

SERIUS: Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Mohamad Iksan, berbicara dalam salah satu forum beberapa waktu lalu. (Moralika/Dok. Diskominfo Sumenep)

Sumenep, moralika.com – Nahdlatul Ulama (NU) telah menapaki perjalanan panjang selama satu abad masehi dalam merawat nilai keimanan, kebangsaan dan kemanusiaan. Melalui pesantren, langgar desa, hingga ruang-ruang publik, NU terus hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Mohamad Iksan mengatakan, Peringatan Satu Abad NU bukan sekadar momentum seremonial. Lebih dari itu, dianggapnya sebagai ajang reflektif untuk mengenang kontribusi besar NU. Khususnya dalam hal pendidikan, tradisi dan nilai keagamaan.

“NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga pilar penting dalam pembentukan karakter masyarakat,” ujar Mohamad Iksan, Sabtu (31/01/2025).

Menurutnya, NU tumbuh dari tradisi pesantren yang sederhana. Namun pengaruhnya sangat besar dalam menjaga moderasi beragama dan memperkuat nilai kebangsaan.

Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era modern, NU konsisten menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Prinsip ke-Islaman yang diajarkan selalu menekankan nilai moderat, toleran, dan inklusif.

Bahkan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi sekalipun, NU tetap konsisten menjaga amaliah religiusnya. Salah satunya seperti tradisi tahlilan, maulidan dan istighatsah.

Tradisi tersebut, kata Iksan, bukan sekadar ritual. Melainkan, sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan menanamkan nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Hal itu, dianggap sangat sejalan dengan pola pembentukan karakter bangsa di dunia pendidikan.

“NU membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak, beradab dan memiliki kepedulian sosial,” ucapnya..

Memasuki usia NU yang sudah terlampau sangat lama, maka tantangan tantangan yang harus dihadapi pun menjadi makin kompleks. Mulai dari polarisasi sosial hingga krisis nilai di kalangan generasi muda.

Meskipun begitu, Iksan optimistis, NU tetap mampu menjadi penuntun dengan kekuatan tradisi keilmuan para kiai dan semangat khidmah para santri. Menurutnya, NU sudah memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat untuk terus menjadi penyejuk di tengah perbedaan.

“Bahkan NU menjadi mitra strategis dalam membangun pendidikan karakter di daerah,” ujarnya.

Khusus di Kabupaten Sumenep, peran NU dalam dunia pendidikan dan sosial dinilai sangat signifikan. Mulai dari pendidikan yang diajarkan melalui pesantren, madrasah, maupun berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

“Kami berharap, NU terus menjadi rumah besar yang meneduhkan, sekaligus menjadi benteng moral bagi bangsa,” pungkasnya. (ifh/bus)

Join WhatsApp channel moralika.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya.

Gabung
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan