Tak Buat Tempat Pembuangan Khusus, Limbah Dapur SPPG Aeng Merah Dibuang Dekat Waduk

Moralika

28 Jun 2026

ILUSTRASI: Petugas SPPG sedang mengolah makanan untuk didistribusikan kepada penerima. (Moralika/Dok. BGN)

Sumenep, moralika.com – Dapur SPPG milik Yayasan Husnul Khatimah, Desa Aeng Merah, Kecamatan Batuputih, Sumenep diduga bermasalah. Pasalnya, pengelola program makan bergizi gratis (MBG) itu tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai standar prosedur.

Warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, air limbah dari dapur SPPG tersebut dibuang sembarangan. Bahkan awalnya, lokasi pembuangan limbah ditempatkan di dekat rumah penduduk.

“Masyarakat banyak mengeluh karena limbah dibuang di dekat rumah penduduk,” ungkapnya, Selasa (23/6).

Setela mendapat banyak keluhan dari warga, akhirnya pihak SPPG memindahkan lokasi pembuangan air limbah. Kali ini, limbah tersebut dibuang ke lubang sumur mati yang lokasinya dekat dengan waduk.

Warga menganggap masalah yang terjadi belum selesai. Justru, pembuangan limbah di lubang sumur mati itu berpotensi mencemari lingkungan.

“Bau limbahnya tercium menyengat sampai ke area waduk. Ini sudah jelas bisa mencemari lingkungan,” katanya.

BERBAHAYA: Alir limbah dapur SPPG Aeng Merah milik Yayasan Husnul Khatimah dibuang ke lubang sumur mati dekat waduk. (Moralika/Istimewa)


Ketua Yayasan Husnul Khatimah, Ach Syu’ib, mengakui kelalaiannya. Dia membenarkan sampai sekarang belum memiliki tempat pembuangan limbah secara khusus.

“Sekarang masih dibuang ke sumur mati, lokasinya memang dekat dengan waduk,” ujarnya.

Syu’ib menganggap pembuangan limbah di sumur mati itu tidak menjadi masalah. Karena kata dia, lubang sumur tersebut sudah sangat dalam sehingga tidak akan mencemari lingkungan sekitar.

“Kalau menurut saya sudah sangat dalam,” ucapnya.

Syu’ib berdalih segera membangun tempat pembuangan limbah secara khusus. Tentunya yakni sesuai spesifikasi yang telah ditentukan pemerintah.

“Memang ada rencana untuk membangun tempat pembuangan limbah semasa liburan ini,” dalihnya.

Dia beralasan kesulitan mencari pekerja untuk membangun tempat pembuangan limbah tersebut. Sebab sekarang berbarengan dengan masa penyambutan kepulangan haji.

“Banyak yang masih sibuk menyambut kepulangan haji, tapi secepatnya tempat pembuangan limbah itu saya buat,” pungkasnya. (*/bus)

Author Image

Author

Moralika

Leave a Comment