Sumenep, moralika.com – Momentum pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah diharapkan menjadi sarana introspeksi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal untuk meningkatkan kualitas diri dan kepedulian sosial.
Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender Hijriah. Namun, menjadi momentum untuk melakukan refleksi atas berbagai aktivitas dalam memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
“Tahun Baru Islam mengajarkan kita tentang hijrah, yaitu perubahan menuju kondisi yang lebih baik,” ungkapnya.
Dia mengatakan, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa hijrah Rasulullah, memiliki banyak pelajaran penting. Salah satunya adalah semangat persatuan, kerja keras, serta kepedulian terhadap sesama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Karena itu, masyarakat diharapkan terus menjaga kerukunan dan memperkuat solidaritas sosial. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga kondusivitas di tengah keberagaman.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.
Bupati Fauzi juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Tahun Baru Islam untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan. Masyarakat didorong untuk memperbanyak kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pembangunan daerah, kata dia, perlu diimbangi dengan pembangunan karakter dan moral masyarakat. Supaya dapat tercipta kehidupan yang harmonis dan berkeadilan.
“Pembangunan akan berjalan optimal apabila didukung oleh masyarakat yang memiliki karakter kuat, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.
Selain itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu meminta generasi muda untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai motivasi dalam meningkatkan kapasitas diri. Mulai dari bidang pendidikan hingga keterampilan maupun kontribusi sosial.
“Anak-anak muda adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah,” pungkasnya. (bus)








