Sumenep, moralika.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep mengalokasikan anggaran besar untuk pemeliharaan alat angkutan darat bermotor. Nilainya pagu program tahun 2026 itu mencapai Rp1.248.715.200.
Anggaran miliaran ini tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) penyedia. Cakupan kegiatannya terdiri atas tiga paket dengan alokasi variatif tiap paket. Rata-rata rincian nilainya berkisar Rp10 juta hingga ratusan juta rupiah.
Porsi terbesar berada pada pemeliharaan kendaraan roda empat yang mencapai Rp680.899.200. Alokasi tersebut jauh melampaui paket yang lain.
Besarnya alokasi tersebut memunculkan sorotan dari kalangan aktivis. Tolak Amir, Aktivis Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) mendesak DLH untuk untuk menjelaskan penggunaan anggaran itu secara terbuka kepada publik.
“Kalau ditotal mencapai Rp1,24 miliar, ini bukan angka kecil. Harus ada penjelasan rinci terkait urgensi dan dampaknya,” ungkapnya, Senin (20/04/2026).
Menurut Amir, dominasi belanja pemeliharaan kendaraan berpotensi menggeser fokus utama DLH dari persoalan lingkungan yang lebih mendesak. Kata dia, fokus penggunaan alokasi anggaran seharusnya lebih diprioritaskan untuk program pengelolaan sampah dan pengendalian pencemaran.
“Kalau anggaran besar justru terserap ke pemeliharaan kendaraan, ini perlu dikaji ulang,” tegasnya.
Selain itu, Tolak Amir juga menyoroti adanya disparitas nilai antar paket yang dinilainya cukup mencolok. Atas masalah tersebut, DLH diminta agar menjelaskan secara transparan dasar perhitungan anggaran tersebut.
“Harus jelas indikatornya,” ucapnya.
Berdasar penelusuran media ini, sebagian paket pengadaan tercatat menggunakan metode pengadaan langsung. Hal itu pun dikomentari oleh Tolak Amir. Menurutnya, meski sesuai ketentuan, besarnya akumulasi anggaran tetap memerlukan pengawasan ketat.
“Secara paket mungkin sesuai aturan, tapi kalau ditotal mencapai Rp1,24 miliar, tetap harus transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, tidak merespons saat berupaya dikonfirmasi. Pesan WhatsApp atau bahkan panggilan telepon dari moralika.com tidak berbalas sama sekali. (ifh/bus)








