Penjaringan Siswa SRT Sumenep Minim Progres, Pendamping PKH Tuding Kolaborasi Lintas Instansi Lemah

Moralika

15 Jun 2026

PENDIDIKAN: Siswa SD sedang mengikuti upacara di halaman sekolah. (Moralika/Dok. Detik.com)

Sumenep, moralika.com – Proses penjaringan peserta didik untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sumenep minim progres. Hingga pertengahan Juni 2026, jumlah calon siswa yang terdaftar baru mencapai 38 orang.

Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Sumenep Hairullah mengungkapkan, target calon siswa SRT untuk tiap jenjang minimal harus mencapai satu rombongan belajar (rombel). Sedang satu rombel minimal wajib berisi sebanyak 30 peserta didik.

Perlu diketahui, SRT Sumenep menyediakan dua jenjang pendidikan, meiliputi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Karena itu, untuk memenuhi target tiap jenjang, maka penjaringan peserta didik tahun ini harus mencapai 60 siswa.

Sementara itu, lanjut Ilung, sapaan akrah Hairullah, data pendaftar untuk siswa SD hanya tercatat lima orang. Sedangkan calon siswa jenjang SMP yaitu tercatat sebanyak 33 orang. Jadi, total pendaftar yang berhasil terjaring baru mencapai 38 orang.

“Kami terus melakukan penjaringan untuk memenuhi kuota yang ditargetkan,” ujarnya.

Kata Ilung, agenda sosialisasi di lapangan memang belum maksimal. Sehingga, hal itu berdampak terhadap progresivitas penjaringan calon peserta didik.

Selama ini, proses pendataan, edukasi program hingga pendampingan kepada keluarga calon peserta didik lebih banyak dilakukan oleh pendamping PKH. Sedangkan keterlibatan aktif dari instansi dan lembaga lain sangat minim.

Ilung menjelaskan, sejauh ini Pemkab Sumenep sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Melalui forum itu, dilakukan pembahasan tentang percepatan pemenuhan kuota siswa SRT.

“Tindak lanjut di lapangan masih belum maksimal. Hanya pendamping PKH yang lebih banyak bergerak mencari calon siswa,” katanya.

Proses penjaringan calon siswa memang sangat memerlukan kolaborasi dengan banyak pihak. Mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga instansi terkait lainnya.

“Kalau semua pihak ikut bergerak, tentu proses pencarian calon siswa akan lebih efektif,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Abd Rahman Riadi, menilai masyarakat masih minim menerima informasi terkait SRT. Sehingga faktor tersebut yang mengakibatkan jumlah pendaftar masih jauh dari target.

Rahman berencana memperluas agenda sosialisasi. Secara teknis, dia akan menggandeng berbagai unsur. Mulai dari pemerintah desa, pendamping PKH hingga tokoh masyarakat.

Bahkan, jika diperlukan, Dinsos P3A Sumenep berencana melibatkan organisasi kemasyarakatan. Kata dia, strategi tersebut diyakini mampu mendorong percepatan pengenalan terkait SRT kepada masyarakat.

“Kami ingin memperluas jangkauan sosialisasi sekaligus membantu menjaring calon siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang memenuhi kriteria,” pungkasnya. (*/bus)

Author Image

Author

Moralika

Leave a Comment