Sumenep, moralika.com – Bulan Juni selalu disebut sebagai Bulan Bung Karno. Momentum ini layak direfleksikan mengenang jasa perjuangan Soekarno sebagai Bapak Revolusioner sekaligus Proklamator Kemerdekaan Indonesia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengajak seluruh elemen masyarakat meneladani nilai-nilai perjuangan dan pemikiran Bung Karno. Menurutnya, semangat revolusi yang diwariskan masih relevan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah di era modern saat ini.
Kata dia, refleksi Bulan Bung Karno tidak cukup sekadar diperingati melalui agenda seremonial semata. Lebih penting dari itu, patut diteladani gagasan besarnya tentang kemandirian, gotong royong, dan keberpihakan terhadap kesejahteraan rakyat.
Semangat revolusioner Bung Karno harus diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata, terutama oleh tiap aparatur sipil negara (ASN). Karena itu, dia menyatakan komitmennya untuk selalu merancang arah pembangunan yang visioner, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui gagasan dan buah pemikirannya, lanjut Arif, Bung Karno mengajarkan revolusi tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik. Melainkan, juga dapat dipahami sebagai transformasi pemikiran dan keberanian melakukan perubahan demi kemajuan bangsa.
“Semangat itulah yang menjadi inspirasi dalam merancang pembangunan daerah,” kata, Senin (8/6/26).
Pada dasarnya, tiap perangkat daerah dapat mengimplementasikan gagasan pemikiran Bung Karno dalam mendorong cita-cita kemajuan bangsa. Termasuk juga Bappeda sebagai instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam perencanaan pembangunan daerah.
Karena itu, keberadaannya harus bisa memastikan setiap program dan kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Semua agenda yang dicanangkan harus mampu berorientasi pada masa depan yang lebih baik.
Upaya mewujudkan cita-cita besar bangsa seperti yang diperjuangkan Bung Karno, dapat direalisasikan melalui pembangunan yang terencana. Tiap perencanaan program, sepatutnya diarahkan berbasis potensi daerah dan didukung kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Bung Karno selalu berbicara tentang nation and character building. Itu menegaskan, pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Semasa perjuangannya, Bung Karno juga sering menyerukan semangat gotong royong. Hal ini pun dianggap penting untuk menjadi landasan dalam proses perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Sumenep.
Mengenai itu, Bappeda Sumenep sering menggelar berbagai forum partisipatif sebagai wujud implementasi nilai kebersamaan. Salah satu di antaranya seperti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Menurut Arif, pembangunan yang berhasil tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Mulai proses perencanaan hingga realisasi di lapangan, memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen. Terutama melibatkan masyarakat, akademisi, pelaku usaha, hingga generasi muda.
“Semangat revolusioner Bung Karno harus menjadi energi kolektif untuk terus berinovasi dan melahirkan berbagai terobosan pembangunan,” pungkasnya. (*/bus).








