Hadirkan Tokoh Dunia, Al-Amien Prenduan Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234

Moralika

13 Jul 2026

Sumenep, moralika.com – Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234. Agenda nasional itu diproyeksikan dihadiri 75 ribu hingga 100 ribu jamaah dari Indonesia dan mancanegara.

Kegiatan berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di Kabupaten Sumenep. Tema yang diusung ialah Menguatkan Dzikir, Meneguhkan Ukhuwah, dan Menegakkan Cinta Tanah Air dalam Naungan Tarekat Tijaniyah.

Ketua Panitia, KH. Junaidi Rasyidi, mengatakan pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda terbesar Tarekat Tijaniyah di Indonesia. Kehadiran jamaah mencerminkan kuatnya ikatan spiritual sekaligus semangat persaudaraan.

“Kehadiran puluhan ribu jamaah menjadi momentum memperkuat persaudaraan, silaturahmi, dan komitmen kebangsaan,” ujarnya, Senin (13/7).

Kiai Junaidi menjelaskan Tarekat Tijaniyah didirikan Syekh Abul Abbas Ahmad At-Tijani. Pengikutnya tersebar di berbagai negara Afrika, Timur Tengah, hingga Indonesia.

Jumlah pengikut Tarekat Tijaniyah di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta orang. Basis jamaah terbesar berada di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

“Saat ini jumlah pengikut Tarekat Tijaniyah di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta orang,” jelasnya.

Panitia memastikan sejumlah tokoh internasional akan menghadiri kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Aljazair, Mesir, dan Maroko.

Sekitar 200 muqaddam Tarekat Tijaniyah dari seluruh Indonesia juga dijadwalkan hadir. Sejumlah pejabat nasional dan kepala daerah di Madura turut diundang.

Rangkaian kegiatan meliputi wirid lazimah, wadhifah, hailalah, istighasah, khalwat Tijani, dan pembacaan Shalawat Fatih. Tausiyah syurafa’ serta halaqah muqaddam juga menjadi bagian utama acara.

Kiai Junaidi menegaskan Idul Khotmi bukan sekadar agenda tahunan. Kegiatan itu menjadi sarana memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan mempererat ukhuwah.

“Melalui Idul Khotmi Nasional ke-234 ini, kami mengajak jamaah memperkuat dzikir, ukhuwah, dan cinta tanah air,” katanya.

Panitia telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi. Persiapan juga melibatkan aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta relawan.

“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar pelaksanaan Idul Khotmi Nasional berjalan lancar,” tuturnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Ahmad Fauzi Tijani, menyebut amanah tersebut sebagai kehormatan besar. Pesantren siap menyambut seluruh jamaah dengan pelayanan terbaik.

“Merupakan suatu kehormatan bagi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional,” ungkapnya.

Kiai Fauzi menilai ajaran Tarekat Tijaniyah membentuk pribadi yang religius dan cinta persatuan. Nilai tersebut dinilai penting dalam kehidupan berbangsa.

“Dzikir melahirkan manusia berakhlak mulia, mencintai sesama, menjaga persatuan, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap pertemuan nasional itu memperkuat iman dan persaudaraan. Momentum tersebut juga diharapkan meneguhkan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penyelenggaraan Idul Khotmi diperkirakan menggerakkan perekonomian masyarakat Madura. Sektor perdagangan, transportasi, kuliner, dan jasa diproyeksikan memperoleh dampak positif.

“Panitia menyiapkan bazar dan ekspo 121 pelaku UMKM serta gebyar rebana,” pungkasnya. (*/bus)

Author Image

Author

Moralika

Leave a Comment