Sumenep, moralika.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep mulai menggelar Sensus Ekonomi (SE) 2026. Pendataan menyasar ratusan ribu keluarga dan pelaku usaha di seluruh wilayah kabupaten.
Kepala BPS Sumenep Handoyo Wijoyo mengatakan, sensus ini menjadi agenda nasional untuk memetakan struktur ekonomi terkini. Hasilnya akan menjadi basis data usaha yang terintegrasi dengan sistem peta digital.
Menurut Handoyo, SE 2026 tidak hanya menghimpun jumlah usaha yang ada. Pendataan juga mengukur karakteristik usaha dan perkembangan sektor ekonomi baru.
Aspek yang dicatat mencakup industri digital, daya saing usaha, keterkaitan bisnis, hingga ekonomi hijau. Data tersebut dibutuhkan untuk mendukung perencanaan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Data yang akurat menjadi landasan pengambilan keputusan yang tepat,” ujarnya, Senin (22/6).
Ia menjelaskan, sensus mencakup seluruh skala usaha tanpa pengecualian. Mulai usaha keluarga hingga perusahaan besar akan masuk dalam pendataan.
Pelaksanaan sensus dilakukan melalui dua tahapan yang berbeda. Perusahaan besar mengisi kuesioner daring, sedangkan usaha lainnya didata langsung petugas.
Pengisian daring berlangsung sejak 1 Mei hingga 14 Juni 2026. Sementara pendataan lapangan berjalan mulai 15 Juni sampai 31 Agustus 2026.
Mengenai sensus yang berlangsung di Sumenep menjangkau 27 kecamatan dan 334 desa maupun kelurahan. Pendataan juga mencakup 6.532 satuan lingkungan setempat yang tersebar di berbagai wilayah.
BPS menargetkan pendataan terhadap 408.561 keluarga dan 187.293 unit usaha. Kegiatan itu didukung 182 Petugas Pemeriksa Lapangan dan 1.354 Petugas Pencacah Lapangan.
Handoyo memastikan seluruh data responden terlindungi oleh aturan kerahasiaan statistik. Informasi yang diberikan masyarakat tidak akan disebarluaskan kepada pihak lain.
Menurutnya, data sensus hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan pembangunan. Informasi tersebut tidak dipakai untuk audit, investigasi, maupun perpajakan.
“Hasil sensus yang dipublikasikan berbentuk data agregat sehingga tidak menampilkan identitas responden,” katanya.
Handoyo mengaku optimistis target sensus dapat tercapai sesuai jadwal. Pasalnya, capaian awal pendataan sudah melampaui target harian nasional.
Ia menyebut target nasional berada pada angka 7,5 persen. Namun capaian Sumenep hingga Senin (22/6) pagi telah mencapai 9,86 persen.
BPS mengimbau masyarakat menerima petugas sensus dengan baik. Warga juga diminta memberikan jawaban jujur dan lengkap selama pendataan.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama mengawal Sensus Ekonomi 2026,” pungkasnya. (*/bus)








