Toko Online dan Ritel Modern Tekan Pasar Tradisional di Sumenep

Moralika

30 Apr 2026

PASAR TRADISIONAL: Warga lalu lalang di Pasar Anom Baru Sumenep beberapa waktu lalu. (Moralika/Moh Busri)

Sumenep, moralika.com – Keberadaan pasar dan toko tradisional di Kabupaten Sumenep makin ditinggalkan konsumen. Pasalnya, jumlah kunjungan masyarakat ke pasar tradisional terus berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep, Moh Ramli. Menurutnya, keberadaan pasar tradisional sudah terdampak oleh canggihnya perkembangan teknologi.

Ramli menyebutkan, saat ini sudah banyak pedagang yang beralih toko online. Transaksi dengan sistem instan inilah yang membuat konsumen makin enggan berbelanja di pasar tradisional.

Meskipun begitu, Ramli optimis dapat menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional. Hanya, target tersebut memerlukan rancangan konsep yang matang. Tentunya, strategi untuk menarik konsumen itu akan menyesuaikan dengan sistem strategi modern.

“Kita tidak bisa mengelak dari perkembangan teknologi, tetapi harus bisa menyesuaikan dengan itu semua,” ungkapnya, Kamis (30/04/2026).

Ramli mencanangkan, semua toko atau bahkan pasar tradisional dapat menyesuaikan dengan sistem transasi modern. Bukan hanya itu, fasilitas sarana dan prasarana yang digunakan, juga harus bisa menyesuaikan dengan sistem modern.

“Konsumen yang datang untuk berbelanja harus bisa dibuat nyaman,” ujarnya.

Menurut Ramli, daya tarik toko modern sangat bergantung pada fasilitas sarana dan prasarana yang membuat nyaman bagi konsumen saat berbelanja. Termasuk juga, barang dagangan di toko modern sangat lengkap dibandingkan toko tradisional.

“Toko atau pasar tradisonal juga harus bisa menyesuaikan dengan pola seperti itu,” tegasnya.

Upaya mendorong konsep modernisasi pasar dan toko tradisional ini, lanjut Ramli, tidak bisa sekadar dipasrahkan penuh kepada pemerintah. Masyarakat dari berbagai sektor diminta untuk ikut mendukung dan memberikan masukan.

“Kami membutuhkan pandangan dengan melibatkan akademisi atau bahkan konsultan dalam target ini,” pungkasnya. (*/bus)

Author Image

Author

Moralika

Tinggalkan komentar