Sumenep, moralika.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar Sumenep terus meningkatkan kualitas layanan. Teranyar, rumah sakit pelat merah itu makin menguatkan sistem validasi data medis.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Erliyati, menyebut sistem validasi data medis merupakan bagian yang sangat penting dalam peningkatan kualitas pelayanan. Menurutnya, kesalahan data medis dapat berdampak fatal pada proses tindakan medis.
“Bahkan kesalahan data medis bisa membahahayan jiwa pasien. Makanya kami makin memperketat proses validasinya,” ungkap Erliyati, Selasa (12/05/2026).
Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tersebut, telah melaksanakan pelatihan validasi data. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pengawasan mutu pelayanan sekaligus menekan potensi kesalahan akibat informasi medis yang tidak akurat.
Menurut Erliyati, rumah sakit modern tidak lagi cukup hanya mengandalkan kecepatan layanan. Melainkan, lanjut dia, tiap keputusan klinis harus dibangun di atas data medis yang valid dan dapat akuntabel.
“Ketepatan data menjadi dasar setiap keputusan klinis,” tegasnya.
Proses validasi tersebut, kata dia, harus dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari tahapan pengukuran, evaluasi, hingga verifikasi ulang. Langkah ini untuk menjamin standar mutu pelayanan tetap terjaga secara konsisten di setiap unit pelayanan kesehatan.
“Tanpa validasi yang kuat, risiko kesalahan medis, infeksi rumah sakit, hingga kejadian tidak diharapkan bisa meningkat dan berdampak langsung pada keselamatan pasien,” jelasnya.
RSUD Sumenep menempatkan validasi data sebagai salah satu instrumen utama perlindungan pasien. Rumah sakit menilai kesalahan pencatatan atau informasi medis dapat memengaruhi pengambilan keputusan klinis dan memperbesar risiko terhadap kondisi pasien.
Karena itu, sejumlah titik layanan menjadi fokus pengawasan ketat, mulai dari proses pendaftaran pasien, layanan rawat inap, tindakan operasi, hingga pemberian obat. Seluruh tahapan tersebut diwajibkan memenuhi standar mutu dan validasi yang ketat.
Selain sistem pelayanan, rumah sakit juga memperkuat pengawasan terhadap alat kesehatan. Validasi dilakukan melalui proses kalibrasi dan pengujian rutin guna memastikan seluruh perangkat medis bekerja secara presisi.
“Validasi alat kesehatan juga menjadi perhatian serius untuk memastikan seluruh perangkat medis bekerja presisi melalui kalibrasi dan pengujian rutin,” kata Erliyati.
Ketelitian terhadap rekam medis dan dokumentasi pelayanan turut diperketat karena menjadi dasar penyusunan indikator mutu rumah sakit. RSUD Sumenep juga menempatkan program keselamatan pasien sebagai prioritas, terutama dalam aspek identifikasi pasien, pencegahan infeksi, dan pengawasan penggunaan obat berisiko tinggi.
Erliyati mengatakan seluruh proses validasi dilakukan secara sistematis, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, analisis data, hingga tindak lanjut perbaikan terhadap setiap temuan ketidaksesuaian pelayanan.
Saat ini rumah sakit terus memantau sejumlah indikator mutu pelayanan, seperti angka infeksi rumah sakit, waktu tunggu pasien, tingkat kepuasan pasien, ketepatan pemberian obat, angka pasien jatuh, hingga keberhasilan tindakan operasi.
Meski demikian, pihak rumah sakit mengakui masih menghadapi sejumlah kendala dalam penerapan sistem validasi. Tantangan itu meliputi keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya digitalisasi layanan, hingga budaya ketelitian data yang dinilai belum merata di seluruh unit pelayanan.
Namun, Erliyati menegaskan rumah sakit tidak akan memberi toleransi terhadap kesalahan data maupun prosedur pelayanan yang tidak tervalidasi.
“Tidak ada toleransi untuk data yang salah, tidak ada ruang untuk prosedur yang tidak tervalidasi, dan tidak ada kelonggaran terhadap risiko yang mengancam keselamatan pasien,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan validasi data dapat meningkatkan kemampuan validator mutu di setiap unit pelayanan sehingga proses pelayanan kesehatan berjalan lebih akurat, konsisten, dan aman bagi pasien.
“Keselamatan pasien bukan sekadar target layanan, tetapi komitmen yang dimulai dari satu hal paling mendasar, yakni kebenaran data,” pungkasnya. (*/bus)








