Sumenep, moralika.com – Perbaikan jalan nasional di ruas Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, dinilai belum maksimal. Warga menganggap program pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali lebih banyak berupa tambal sulam.
Warga Kecamatan Kalianget, Mohamad Arif Firdauzi, menyebut Kabupaten Sumenep memiliki orang penting di jajaran legislator pusat. Orang yang dimaksud adalah Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah.
Sejauh ini, kata Arif, Said Abdullah telah memberikan kontribusi banyak dalam mendorong percepatan pembangunan jalan nasional di Kabupaten Sumenep. Hanya, dalam realisasinya, dinas pelaksana program diduga kurang memberikan perhatian terhadap pembangunan di Kota Keris.
“Peran serta MH Said Abdullah selama ini sudah besar terhadap Sumenep, utamanya terhadap peningkatan infrastruktur jalan,” ungkapnya, Kamis (21/05/2026).
Menurut Arif, warga tidak menutup mata atas upaya komunikasi politik yang telah dilakukan anggota DPR RI asal Madura itu ke pemerintah pusat. Namun, dia berharap ada dorongan lebih kuat agar ruas Jalan Nasional di Kecamatan Kalianget tidak lagi sekadar ditambal sulam.
“Kami berharap ada program pelebaran dan rekonstruksi secara menyeluruh,” ujarnya.
Arif menekankan, progresivitas pembangunan nasional di Sumenep relatif minim perhatian. Hal itu pun berpotensi menjadikan kabupaten ujung timur Madura ini terancam menjadi daerah tertinggal.
“Daerah lain di Madura sudah banyak yang dilebarkan. Sedangkan di Kalianget, masih menghadapi jalan padat, sempit, dan rusak di titik yang sama,” tegasnya.
Menurut dia, jalur Kalianget merupakan akses vital bagi masyarakat menuju Pelabuhan Kalianget. Bahkan, kata Arif, jalan tersebut menjadi jalur pusat aktivitas ekonomi dan distribusi logistik.
“Setiap hari volume kendaraan di ruas jalan tersebut padat,” ucapnya.
Kondisi jalan rusak berlubang dan bergelombang masih belum tuntas diperbaiki. Hal itu pun dianggapnya dapat menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.
“Kami hanya ingin kondisi jalan di Sumenep juga diperhatikan oleh pemerintah,” tandasnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPKo) Proyek Ruas Jalan Kalianget-Sumenep, Mhd Zaim Zul mengatakan tidak bisa melakukan perbaikan secara menyeluruh. Alasan yang disampaikan yaitu karena keterbatasan anggaran.
“Kita baru bisa lakukan perbaikan yang paling rusak saja,” pungkasnya. (*/bus)








