Tiga Dekade Terbengkalai, Jalan Nasional Sumenep-Kalianget Dipoles Tambal Sulam

Moralika

30 Apr 2026

PROYEK NASIONAL: Proses perbaikan Jalan Raya Kalianget sedang dilakukan menggunakan alat berat pada Sabtu (18/04/2026). (Moralika/Istimewa)

Sumenep, moralika.com – Realisasi program perbaikan Jalan Raya Sumene-Kalianget mendapat kritik dari warga. Proyek jalan nasional menuju Pelabuhan Kalianget tersebut, dianggap sekadar dikerjakan setengah hati.

Warga Kecamatan Kalianget, Mohammad Arif Firdausi, menyebut program perbaikan jalan itu tidak dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, sebagian ruas jalan yang mengalami kerusakan parah justru terkesan dibiarkan begitu saja.

“Perbaikan jalan nasional itu hanya berupa tambal sulam,” ungkapnya, Kamis (30/04/2026).

Kondisi ini pun membuat warga geram. Arif menuding pemerintah pusat tidak benar-benar serius dalam melaksanakan program. Padahal, menurutnya, semua biaya kegiatan pemerintah dialokasikan melalui pajak rakyat.

“Kalau pekerjaannya begini, berarti masyarakat juga boleh bayar pajak dengan dicicil,” ucapnya.

Jalan Raya Kalianget, tidak hanya berstatus jalan nasional. Keberadaannya pun memang sangat vital sebagai akses alalu lintas utama bagi masyarakat Sumenep secara umum.

Ruas jalan ini, lanjut Arif, mengarah langsung ke Pelabuhan Kalianget. Karena itu, mobilitas kendaraan tiap harinya cukup padat. Bahkan masyarakat yang lalu-lalang di jalan ini bukan sekadar berasal dari lokal kecamatan setempat saja.

Meskipun begitu, kerusakan jalan tidak benar-benar diperbaiki oleh pemerintah. Bahkan hingga 30 tahun lebih sampai sekarang, sama sekali tidak pernah ada pelebaran. Perbaikan yang dilakukan tidak lebih dari sekadar tambal sulam.

“Selama ini cuma dipelihara seadanya. Masyarakat sudah taat pajak, tapi hak atas infrastruktur layak diabaikan,” tegasnya.

Sementara itu, PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali, Mhd. Zaim Zul berdalih program perbaikan jalan terbatas anggaran. Itu sebabnya realisasi di lapangan tidak bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Sekarang kondisinya efisiensi. Jadi kita perbaiki yang prioritas dulu, yang kerusakannya parah,” dalihnya.

Zaim mengatakan, ruas jalan nasional yang terdapat di Madura sangat panjang. Sedangkan porsi anggaran pemerintah dianggap tidak mampu untuk mengakomodasi secara keseluruhan.

Solusi alternatif yang dilakukan pemerintah saat ini, yaitu memprioritaskan kerusakan paling parah untuk diperbaiki. Mengenai perbaikan secara penuh atas kerusakan Jalan Raya Kalianget hingga pelebarannya, Zaim belum bisa memberikan kepastian.

“Semuanya tergantung anggaran. Kita tidak bisa pastikan kapan,” pungkasnya. (*/bus)

Author Image

Author

Moralika

Tinggalkan komentar